Selasa, 19 Januari 2016
Senin, 18 Januari 2016
Anak Asuh Rumah Yatim Selalu Berdoa serentak di 14 provinsi
Apalagi jika kita sadari bahwa situasi dan kondisi yang kita hadapi sehari-hari berputar bagai roda pedati. Mungkin saja hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan ikhlas, namun siapa tahu hari- hari berikutnya kita didera rasa malas? Boleh jadi hari ini kita begitu bahagia, tetapi siapa tahu nasib kita pada esok atau lusa menjadi sebaliknya? Karena itulah dalam keadaan sebaik apa pun kita tetap perlu berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Tiada sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang." (HR. Al-Hakim).
Tentu saja dalam berdoa jangan memohon sesuatu yang menurut kita baik, padahal sesungguhnya buruk. Suatu misal karena sudah lama menderita sakit parah, karena merasa selalu tersiksa lalu kita memohon kematian. Bukankah seharusnya kita memohon kesem buhan. Nabi saw. juga melarang kita memohon mati. Abu Huroiroh ra. mengutarakan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, ’’Sekali-kali janganlah kalian meminta mati. Jangan pula mendoakannya sebelum mati itu datang sendiri. Sebab jika kamu telah mati, maka berhentilah kalian beramal. Sesungguhnya bertambah panjang umur seorang mukmin, bertambah pula kebaikan yang dapat diperbuatnya". (HR. Muslim)
Allah SWT juga berjanji untuk mengabulkan doa para hamba- Nya. Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu." (QS. 40/Al- Mukmin: 60) "Dan Dia mem perkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. (QS. 42/Asy- Syuro: 26)
Dalam hadits juga diungkapkan bahwa Allah SWT tidak akan menolak doa hamba-Nya. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah, Tuhan Yang Maha Hidup lagi Maha Mulia, merasa malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, lalu or ang itu ditolak dengan kosong dan kecewa". (HR. Empat Ahli Hadits, kecuali Nasai dari Salman ra.) Dengan demikian setiap doa pasti dikabulkan oleh-Nya. Bahkan ada tiga orang yang mendapat prioritas doanya segera dikabulkan.
Muhammad Rosulullah saw. menerangkan, "Ada tiga orang yang sekali- kali tidak akan ditolak doanya oleh Allah SWT, ialah orang yang sedang berpuasa sampai waktu menjelang berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya." (HR. Tirmidzi dari Abu Huroiroh ra.)
Jika doa-doa yang telah kita panjatklan belum terkabulkan, bukan berarti bahwa doa kita tersebut ditolak. Muhammad Rosulullah saw. bersabda: "Apabila seorang muslim menyungkurkan wajahnya (sujud) kepada Allah dalam memohon sesuatu, pasti Allah memberinya. Dan pemberian itu disegerakan atau menjadi simpanan di akhirat". (HR. Ahmad dari Abu Huroiroh ra.).
Doa merupakan unsur yang paling esensial dalam ibadah. Muhammad Rosulullah saw. bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan doa". (HR. Ahmad, Bukhori, Tirmidzi dan Nasai)
Kegiatan yang dilakukan setiap maghrib di asrama asrama rumah yatim ini rutin dilaksanakan sebagai wujud syukur dan rasa terima kasih kami kepada Allah SWT dan semoga para donator yang selama ini perduli terhadap kami
‘’ Terima kasih kami haturkan kepada ayah,bunda dan juga kakak atas dukungan dan do’anya kepada kami selama ini, Dari Ayah dan Bunda kami telah banyak belajar bagaimana kami bisa Mandiri dan Berbagi, Semoga AllAH SWT selalu memberikan kesehatan dan keberkahan kepada Ayah dan Bunda serta Kakak sehingga terus bisa membimbing kami sampai nanti Ayah dan Bunda serta kelak bisa Bertetangga dengan Rasulullah SAW di SurganNYA, AMIINN.
Salam bakti dari Nanda Semua (anak-anak ,Ayah dan Bunda Asrama Jawa Tengah)
‘’ Terima Kasih dan Do’a dari kami anak asuh Makassar, semoga apa yang di sedekahkan Allah balas dengan berlipat ganda serta Bapak dan Ibu serta kakak diberikan keluarga sakinah mawaddah warrohmah serta dilancarkan dalam menjalani aktivitas kerja atau usahanya dan barokah rizkinya.Amiin’’
‘’ Doa dari nanda semua di Pekanbaru bagi Ayah,Bunda,abang serta kaka semoga yang lagi sakit Allah sembuhkan… yang belum dapat jodoh Allah pilihkan yang terbaik jodohnya.. yang lagi di perjalanan Allah lindungi dan selamatkan sampai tujuan serta diberikan kelancaran.. yang belum punya keturunan Allah kasih Anak yang shaleh dan shalehah… dan yang sedang beraktivitas semoga Allah berikan kelancaran…’’
‘’ Bismillahirromaanirrohiim Mudah-mudahan ayah,bunda dan kaka Allah mambariakan kasih sayang – NYA gasan Ayah dan Bunda, Ulun Do’a kan mudah-mudahan Allah mambariakan kamudahan dalam samua urusannya, dibariakan kalancaran dalam manjalanakan aktofitas lawan dibarikan kasuksesan dalam satiap kahidupannya, Aamiin
(Anak asuh Banjarmasin – Kalimantan Selatan)
‘’ Ya Allah Pasihan rohmat tur kasehatan, sareng kabarokahan rezeki jeung kalancaran dina aktivitas sadidnteun pikeun donator sadayana’’
(Anak asuh – Jawa Barat)
NABI MUHAMMAD SEBAGAI PENGUSAHA
Jumat, 15 Januari 2016
Selasa, 22 Desember 2015
[MSI: Master Segala Ilmu]
Ibumu sarjana Apa?
Ibuku punya gelarnya MSi: Master Segala ilmu.
Tak terbayang bukan, menjadi ibu yg baik itu hrs banyak belajar & terus belajar. Long life education.
1. Ibu hrs belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya utk kebutuhan RT, tabungan serta menata pemasukan &pengeluaran yg seimbang.
2. Ibu hrs belajar Tata Boga, chef, atau perhotelan,belajar mengatur masakan keluarga dgn kreatif supaya tdk bosan.
3. Ibu hrs belajar keguruan.
Ia hrs menguasai ilmu yg diajarkan di sekolah dasar agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dgn PR nya.
4. Ibu hrs belajar Agama, karena ibu lah yg pertama kali mengenalkan anak pada Allah,membangun akhlak yg luhur serta iman yg kokoh.
5. Ibu hrs belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.
6. Ibu hrs belajar Farmasi, agar dpt memberi pertolongan awal pd keluarga yg sakit. Sediakan obat2an ketika keadaan darurat.
7. Ibu hrs belajar Keperawatan, krn beliaulah yg merawat anak/suami ketika sakit. Yg menyeka tubuhnya ketika tdk diperbolehkan mandi,mengganti kompres, Ibu adalah perawat yg handal.
8. Ibu hrs belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk.
9. Ibu hrs belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dgn baik menghadapi anak2 di setiap jenjang usia juga sebagai teman curhat suami yg terbaik ketika suami alami masalah.
Seandainya ibu harus kuliah dulu butuh berapa lama?
Bisa jadi lebih dari 9 jurusan diatas. Subhanallah... Luar biasa seorang ibu, dgn multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani anak2.
“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat ibunya“
www.rumah-yatim.org
Senin, 21 Desember 2015
Pelajaran Berharga dari Mengantri
Ini salah satu aspek pendidikan dasar dlm Islam.
Dunia barat menggunakannya Namun Indonésia belum..
Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.
Inilah jawabannya;
1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk MENGATASI KEBOSANAN saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa BELAJAR BERSOSIALISASI menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
7. Anak BELAJAR TABAH dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia MENYEROBOT ANTRIAN dan HAK ORANG LAIN.
11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?
Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?
Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.
Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,
Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?
Salam syukur penuh berkah...
Sabtu, 19 Desember 2015
5 Resep Ampuh Dikejar Solusi
Inilah resep inti yang sering dilupakan tentang 5 Cara Ampuh agar Anda diuber solusi....
Bingung menemukan solusi? Kini saatnya biarkan Solusi yang menemukanmu...
Sahabatku Hafizhakumullah...
Dalam konsep HADO (Human Awareness Degree Optimization) diyakini bahwa ikhtiar kita pribadi tak kan mampu sedikitpun menggerakkan kita kepada solusi yang sebenarnya.
Lalu apakah penting kita berikhtiar maksimal menemukan solusi dari persoalan hidup kita?
Sahabatku, sejatinya Ikhtiar maksimal dilakukan bukanlah untuk menuju solusi, ikhtiar maksimal dilakukan bukanlah untuk menuhankan hasil, ikhtiar maksimal dilakukan bukanlah untuk menghadirkan ketenangan sejati, tapi ikhtiar maksimal dilakukan agar kita semakin merasakan dan meyakini kebesaran dan kemulyaan Allah subhaanahu wata'aalaa.
Perhatikanlah... Jika ikhtiar maksimal kita berhasil maka berpotensi Sombong dan Syirik, tapi jika ikhtiar maksimal kita gagal maka berpotensi Minder dan Putus asa. Why?
Apa sih intinya yang membuat ikhtiar maksimal kita malah jadi sia-sia di hadapan-Nya? Kenapa bisa sia-sia padahal sudah serius berusaha sesuai aturan-Nya?
Yaitu karena sebagian dari kita menganggap dan meyakini bahwa kita berbuat baik adalah hasil murni dari ide dan usaha kita. Hati kita berbisik dan meyakini : kalau saya tidak punya niat baik untuk berbuat sebaik mungkin maka pasti tidak akan terjadi berbagai kebaikan ini.
Padahal sisi lain kita sering berkata "Tiada kekuatan selain kekuatan Allah, laa hawla walaa quwwata illaa billaah", sehingga telah berbohonglah kita... Tidak selaras antara perasaan dan keyakinan...
Bahkan secara rutin kita pun sombong yang berusaha rendah hati dengan mengatakan : "Tugas kita sebagai makhluk berikhtiar secara maksimal, hasilnya kita tawakalkan kepada Allah, kalau hasilnya masih buruk itu karena Allah menghendaki Begitu, kita harus bersabar".
Sebuah kalimat populer yang berbahaya atas aqidah kita. Seolah-olah kita meyakini bahwa Allah berpeluang zalim kepada hamba-hamba-Nya dengan cara memberikan hasil yang buruk kepada Hamba-hamba-Nya yang telah berikhtiar maksimal. Pokoknya kita harus sabar dizalimi oleh Allah. Hmmm mungkin itulah perasaan sebagian makhluk yang merasa buntu dengan Ikhtiar terbaiknya.
Sahabatku, berdasarkan Q.S. Annisa ayat 78-79 maka dapat dimaknai dalam mindset HADO yaitu :
"Ketika kita berikhtiar maksimal berbuat baik, itu 100 persen karena kehendak Allah, karena rahmat-Nya, sehingga kita tak boleh sedikitpun meyakini bahwa kebaikan itu terjadi karena kehendak diri kita yang kuat".
Tapi...
"Ketika kita berbuat buruk dan keburukan itu pun menimpa kita maka kita harus tahu diri dan merasa rendah di hadapan Allah, lalu mengakui semua keburukan terjadi karena kesalahan kita. Ikhtiar buruk itu adalah ide murni kita yang harus segera dipertanggungjawabkan dengan taubat dan amal sholeh".
Lalu, bagaimana cara ampuh agar solusi berkenan menemukan kita?
Yakni dengan 5 langkah berikut ini :
1. Berdo'alah meminta rahmat dan pertolongan Allah. Ingatlah bahwa do'a yang penuh kepasrahan dan keyakinan adalah senjata utama orang yang beriman.
2. Sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya solusi sudah ada, hanya saja masih terhalang dari pandangan kita karena kita terlalu banyak "merasa telah, sedang, dan akan selalu berikhtiar" dengan ciri/cara "banyak menganalisa dan khawatir" atas berbagai masalah kita.
3. Siapkan diri kita diperjalankan oleh Allah ke tempat yang sedang dituju oleh solusi yang kita butuhkan. Jangan sampai kita berjalan di jalan yang berbeda dengan solusi dari-Nya. Maka percayakan kepada Allah untuk memperjalankan Anda.
4. Bangun keyakinan dengan izin-Nya bahwa ketika Anda "berjalan" menuju Allah, maka solusi sedang "berlari" bahkan "terbang" menuju Anda.
5. Berikhtiar sebaik mungkin dengan keyakinan bahwa Allah lah yang sedang menggerakkan Anda. Jangan sedikit pun merasa bahwa Andalah yang sedang menggerakkan diri Anda. Ingatlah selalu bahwa tujuan Anda berikhtiar adalah untuk merasakan dan meyakini kebesaran dan kemulyaan Allah. Bukan malah sibuk mengeksiskan diri dengan membesarkan dan memulyakan diri sendiri.
Semoga Bermanfaat
www.jlebb.com
Mengenai Saya
Categories
Blog Archive
- September (1)
- Agustus (5)
- Juli (22)
- Juni (1)
- Mei (12)
- April (66)
- Maret (133)
- Februari (52)
- Januari (1)
- Desember (8)
- November (13)
- Oktober (12)
- September (17)
- Agustus (26)
- Juli (17)
- Juni (9)
- Mei (16)
- April (13)
- Maret (37)
- Februari (44)
- Januari (59)
- Desember (44)
- November (62)
- Oktober (57)
- September (39)
- Agustus (42)
- Juli (4)
- Mei (5)
- April (7)
- Maret (15)
- Februari (5)
- Januari (4)
- Desember (12)
- Oktober (1)
- September (4)
- Juli (1)
- Juni (2)
- Februari (3)
- Januari (1)
- Desember (3)
- November (32)
Copyright ©
Rumah Yatim | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

