Senin, 31 Oktober 2016
Rumah Yatim cabang Beringin Tangerang menggelar kegiatan santunan kepada 93 anak asuh non mukim
Rumah Yatim cabang Beringin menggelar kegiatan santunan untuk anak asuh non mukim wilayah Beringin yang belum memiliki ATM mustahik. Kegiatan ini akan dibagi menjadi dua gelombang, untuk gelombang pertama dilaksanakan di asrama RY Beringin pada Minggu (30/10) pukul 10:00 sampai 12:00 WIB.
Dikarenakan daya tampung asrama yang terbatas, kegiatan santunan ini akan dibagi menjadi 2 gelombang. Untuk pembagian santunan gelombang pertama sudah digelar pada Minggu (301/10), kemudian Jumat (04/11) nanti akan digelar pembagian santunan gelombang 2.
“Alhamdulillah digelombang pertama ini sebanyak 30 anak asuh non mukim wilayah Cimone dan Tenggiri sudah menerima santunan, untuk pemberian santunan berikutnya akan digelar minggu depan.” Kata Kamil selaku kepala asrama RY Beringin
“Terima kasih kepada Rumah Yatim yang rutin setiap bulan memberikan santunan ini, Alhamdulillah santunan ini akan sangat bermanfaat buat kami. Kami akan selalu berdoa untuk kebaikan Rumah Yatim dan para donatur.” Kata Abdurrahman (14) salah satu anak asuh non mukim
Menurut Kamil, dikarenakan jumlah anak asuh digelombang kedua lebih banyak dari gelombang satu, maka ia bersama tim relawan berencana membuat sebuat event khusus supaya pemberian santunan berjalan dalam satu waktu.
“Untuk pemberian santunan gelombang 2 rencananya akan diberikan kepada 63 anak asuh non mukim, seandainya kegiatan tersebut digelar di asrama lagi maka tidak akan cukup memadai, oleh karena itu kami akan merencanakan sebuah event khusus. Dimana kami akan memberikan santunan langsung ke wilayah tempat tinggal anak asuh non mukim, semoga eventnya bisa terlaksana dengan lancar.” Ucapnya
Rumah Yatim Lampung Santuni 10 Guru Mengaji Lewat Santunan Biaya Hidup
Rumah Yatim cabang Lampung menuntaskan amanahnya menyampaikan santunan biaya hidup bagi 10 warga mustahiq yang masih berlokasi di Kelurahan Totohardjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. Menurut Kepala Asrama Kedaton Hendy, santunan biaya hidup ini khusus ditujukan untuk para guru mengaji yang secara ikhlas mengajar tanpa dibayar.
Mereka berasal dari 3 rt yang terhimpun setelah didata. Saat menyerahkan santuanan, masing-masing ketua rt ikut hadir dan mendampingi mereka yang menerima bantuan berupa paket sembako dan uang tunai.
“Kami katakan kepada pihak rt, kalau bantuan ini mungkin belum menjangkau banyak mustahiq dan jumlah yang diberikan masih belum mencukupi, namun pihak rt justru menanggapi dengan terbuka dan senang hati karena Rumah Yatim dapat membantu warganya. Justru berharap ingin Rumah Yatim dapat membantu warga disana, termasuk anak-anak dalam membaca Al Quran,” ujar Hendy.
Rasa syukur dan hamdalah terucap dari para mustahiq yang sehari-hari mengisi waktunya dengan kerja sampingan seperti jadi buruh tani atau pedagang kecil. Hendy menyampaikan, mereka memanfaatkan bantuan ini juga untuk membeli alat tulis dan lainnya yang menunjang selama mereka mengajar.
Salah satu kenyataan yang ditemui Hendy ketika berada di lokasi, kitab Al Quran yang mereka miliki umumnya sudah usang, lusuh, dan tampak robek di beberapa halamannya. Hal ini membuatnya ingin membantu dengan memberikan Al Quran baru.
“Kami sebelumnya memberikan Al Quran yang masih baru, berikutnya jika ada kesempatan lagi, kami berikan untuk di sini, karena bagi mereka memiliki Al Quran baru yang berkondisi baik pun masih kesulitan, mudah-mudahan ke depan kami bisa buat wakafnya,” imbuh Hendy.
Lokasi yang mengharuskan timnya menempuh jarak jauh dalam waktu 3 jam. Letaknya yang berada di pelosok selatan Lampung ini memang diketahui minim akses pendidikan termasuk pendidikan agama.
“Kalau yang kami datangi itu termasuk masih terlihat masjid dan langgar ya, selebihnya sudah jarang, makanya di sini sedikit sekali guru mengaji, padahal menurut rt setempat banyak warga yang membutuhkan untuk belajar, selain mereka minta untuk anak mereka, para orangtua (dewasa) tidak sedikit yang ingin belajar mengaji,” ungkap Hendy.
Selebihnya dari wilayah tersebut jarang sekali dijumpai langgar (mushola) atau masjid, umumnya kepala keluarga di sana masih suka berburu hewan liar dengan menggunakan anjing. Mayoritas lahan disana diketahui banyak perkebunan dan hutan. Yang menyebabkan kegiatan perburuan pun, termasuk perburuan liar hewan langka masih terjadi.
“Ketika berdialog kami dapati cerita seperti ini, dan untuk membantu mereka dan mendatangkan guru tentu harus dengan melakukan banyak persiapan ekstra ya, dan ini harus melalui persetujuan manajemen pusat,” katanya.
Melihat kondisi seperti ini Hendy sangat berharap suatu saat mereka tak hanya dibantu diringankan biaya hidupnya saja. Menyadari apa yang ditemui di sana terdapat sebuah wacana besar yang ingin diwujudkan kelak bersama Rumah Yatim, yaitu memberdayakan warga mulai dari anak-anak dengan pendidikan, dan pemberantasan buta Al Quran.
Dewi Octaviany Pemeran Laras di Serial Tukang Ojek Pengkolan Peringati Miladnya Bareng Anak Asuh Cinere
Kamis malam mendadak kedatangan tamu pesinetron yang wara-wiri di serial tv Tukang Ojek Pengkolan (TOP), yaitu Dewi Octaviany pemeran tokoh Laras. Ia bersilaturahim ke Asrama Rumah Yatim Cinere dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-24. Rasa syukurnya atas semua nikmat dari Allah SWT yang membuatnya seperti sekarang.
Walau mendadak, suasana tetap hangat dan akrab. Gadis yang mengawali karirnya sebagai model ini mengaku bahagia telah diberikan kesempatan menikmati hidupnya di usianya sekarang. Di sela-sela waktu syuting yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari asrama, ia teringat Rumah Yatim.
Ia mewujudkannya melalui kegiatan bermanfaat untuk berbagi bersama anak asuh yang seperti adik-adiknya ini.
“Ya, kami semua mendoakan Dewi supaya diberikan umur yang bermanfaat, kesehatan, rezeki, dan karir yang sukses,” ucap Kepala Asrama Cinere Imanuddin.
Ia juga berbincang-bincang dengan mereka, sambil memberikan motivasi untuk terus berprestasi. Dan sebagai tanda kasih sayang ia memberikan santunan berupa uang tunai dan sembako untuk 11 anak asuh.
Anak-anak asuh senang dan bahagia bisa bercengkrama bersama Dewi. Begitu pula Dewi yang berharap suatu saat bersilaturahim kembali kesana dalam kesempatan lainnya.
Rumah Yatim Asrama Kemang ajarkan Anak Peduli Kesehatan Gigi
Anak Asuh Rumah Yatim Kemang Jakarta mengadakan pemeriksaan gigi rutin di klinik milik Drg. Orliando salah satu donatur loyal Rumah Yatim pada 26 Oktober 2016.
Pemeriksaan gigi ini dilakukan setiap 6 bulan sekali sejak tahun 2008. Pada bulan ini sedikit berbeda karena anak asuh kemang merupakan anak asuh yang baru tinggal dikemang jadi ini merupakan pengalaman pertama mereka. Untuk itu Agus Muhammad Yusuf Kepala Asrama Kemang harus sedikit ekstra membujuk anak-anak agar mau ikut ke Klinik Gigi sebab sebagian anak-anak merasa ketakutan dengan istilah pemeriksaan dokter.
Sesampainya disana beberapa dokterpun memeriksa mereka dengan berbagai alat-alatnya, didapat beberapa anak memerlukan perawatan khusus maka untuk itu dokter pun menyarankan anak-anak harus kembali di periksa pada kamis depan tanggal 3 Nopember 2016.
“sebagian anak-anak mengalami kerusakan gigi salah satunya gigi berlubang maka untuk itu mereka diminta untuk datang lagi.” Ujar Agus.
Selain itu untuk anak-anak yang giginya masih bagus dokterpun menyarankan untuk rajin menggosok gigi agar nanti pada waktu pemeriksaan kembali anak-anak sudah memiliki gigi yang bagus dan sehat.
“alhamdulillah pemeriksaan gigi berjalan lancar, terimakasih banyak drg. Orliando dan tim medisnya, mudah-mudahan kliniknya semakin maju dan sukses, dan semoga anak-anak pun semakin sehat giginya.” Imbuh Agus.
Memaknai Sumpah Pemuda, Anak Asuh Ry Kemang Berkunjung Ke Taman Makam Pahlawan
Semangat sumpah pemuda masih menggema dihati anak-anak asuh Rumah Yatim Kemang Jakarta. Untuk mewujudkan semangat itu mereka yang setiap minggu hanya jalan-jalan disekitar asrama kemang, mengajak Abi Asrama mereka Agus Muhammad Yusuf untuk berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Nasional yang ada di Kalibata.
Semangat tersebutpun disambut baik oleh Agus yang langusng menantang anak-anak untuk berjalan kaki. Persiapan pun di lakukan dengan matang, anak-anak menggunakan kostum olah raga warna-warni tak lupa sepatu oleh raga agar nyaman saat berjalan kaki. Tepat pukul 06.00 mereka berangkat.
Perjalanan tak begitu kerasa karena semangat yang tak pernah pudar meski kaki mulai kelelahan, untuk menghibur Agus pun mengajak anak-anak untuk selfie dengan berbagai gaya, maka anak-anak yang memang doyan selfie pun akhirnya ceria kembali dan melupakan rasa lelahnya hingga sampailah ditempat tujuan pada pukul 07.30.
Meski kaki sedikit pegal, semuanya terbayar saat mereka melihat sederet makam yang sangat terawat tersebut, mereka menyaksikan makam-makam para pahlawan yang selama ini berjuang untuk Indonesia, baik pada masa penjajahan belanda, jepang maupun para pahlawan yang berjasa pada masa seusai merdeka.
Setelah puas melihat-lihat dan menumbuhkan kembali semangat berjuang mereka, mereka pun pulang dan meneruskan perjalanan yang akhirnya terhenti dulu di Asrama cinere untuk beristriahat sembari bersilaturahmi.
“alhamdulillah, anak-anak senang dan semoga mereka bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini. Karena mulai saat ini mereka lah generasi bangsa yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan” Papar Agus
Perjuangan Kania Bersama Rekannya Berbuah Manis
Kembali, Rumah Yatim dibuat bangga oleh karya dan prestasi gemilang anak asuhnya. Untuk kali ini, Rumah Yatim dibuat bangga oleh karya dari salah satu anak asuh Rumah Yatim cabang Banjarbaru bernama Kania Nur Sya’adah. Pada senin (17/10) Kania bersama tiga rekannya mengikuti perlombaan karya tulis ilmiah tingkat pelajar se-Banjarbaru.
Kegiatan yang digelar DPD KNPI Banjarbaru bertujuan untuk memeriahkan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Jumat, 28 Oktober 2016
“Alhamdulillah senang sekali bisa memenangkan perlombaan tersebut, waktu itu pesaing kami banyak sekali, Alhamdulillah karya kami bisa menjadi juara 2.” Kata Kania kegirangan ketika diwawancara via telepon.
Awalnya Kania bersama rekannya pesimis mengikuti lomba tersebut, karena mereka terbilang telat mengetahui informasinya. Namun, ketika Kania menceritakan perihal lomba tersebut kepada Noor Aida selaku ibu asrama, ia menjadi yakin dan akan mengajak ketiga rekannya untuk mengikuti lomba tersebut.
“Saat itu, umi Noor mengatakan kalau tidak ada kata terlambat untuk berusaha, beliau pun meyakinkan kalau Kania pasti bisa. Kania pun langsung membujuk ketiga rekan Kania supaya bergabung mengikuti lomba tersebut.” Ucap Kania
Karena perlombaan tersebut digelar untuk memeriahkan hari sumpah pemuda ke-88, Kania bersama rekannya harus memilih tema mengenai pemuda. Kania pun memilih tema “Pemuda Kreatif”, tema tersebut ia dapatkan ketika gurunya sedang menerangkan materi kreativitas.
“Kania mendapat ide tersebut ketika bu guru menerangkan materi tentang kreativitas. Kania langsung berdiskusi dengan teman-teman, Alhamdulillah mereka setuju dengan tema yang Kania ajukan.” Ujarnya
Menurut Kania, ketika gurunya sedang menerangkan materi tentang Kreativitas, Kania bersama rekannya langsung mencatat apa yang dikatakan gurunya. Kania bersama rekannya pun suka bertanya kepada ibu dan bapak asrama mengenai pemuda kreatif, tak lupa ia mencari materi di internet dan buku.
Dalam waktu 5 hari, Kania bersama tiga rekannya berhasil mengerjakan karya tulis ilmiah, “sepulang sekolah kami bergegas menuju asrama untuk mengerjakan karya tulis ilmiah ini, kami biasanya mengerjakan karya ini dari pukul 14:00 sampai 17:00 WITA”. Kata Kania
“Hasil karya tulis ilmiah kami dikirim lewat email, lalu semua karya tulis dari ratusan kelompok diseleksi sebanya 2 tahap. Nantinya akan ditentukan 3 karya tulis terbaik, pengumuman lomba pun diumumkan lewat email.” Tambahnya
Perjuangan Kania bersama tiga rekannya telah berbuah manis, karya tulis ilmiah mereka dapat mengalahkan ratusan karya tulis ilmiah lain. Pada kamis (27/10) mereka mendapat hadiah berupa piala, sertifikat dan uang senilai Rp. 750.000, hadiah tersebut diberikan di kantor KNP oleh Andoko Abdi selaku ketua pelaksana kegiatan.
Kania bersama tiga rekannya tercatat sebagai siswi kelas XI Administrasi perkantoran SMK Garuda Mahadika, Kania bersama ketiga rekannya sudah membuat bangga dan mengharumkan nama Rumah Yatim dan sekolahnya. Mereka meyakini kalau tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berusaha, mereka pun meyakini bahwa menyerah akan melunturkan keberhasilan.
Sebelumnya, gadis kelahiran Bandung, 20 Mei tahun 2000 ini aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan. “Kania suka mengikuti berbagai perlombaan, Kania pun pernah kalah dan memang namun Kania meyakini bahwa dalam setiap perlombaan pasti akan ada kekalahan atau menang. Kania tidak pernah kapok mengikuti berbagai perlombaan, karena yang Kania cari itu bukan kemenangan saja tetapi juga pengalamannya.” Ujar Kania
“Untuk teman-teman di Rumah Yatim dan di sekolah, jangan mudah menyerah dan jangan lelah untuk berusaha, kegagalan pasti akan ada tapi yakinlah bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Jangan mudah menyerah karena sebuah kegagalan.” Kata Kania
Mendekatkan Berkah Para Mustahiq Melalui Santunan Biaya Hidup Di Riau
Sebanyak 20 orang mustahiq akan mendapatkan santunan biaya hidup dan paket sembako dari program santunan biaya hidup. Kali ini Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekasi, Pekanbaru.
Berdasarkan keterangan Kepala Cabang Rumah Yatim Riau Abdullah, pihak Rumah Yatim bekerjasama dengan kelurahan setempat dalam proses pendataan para mustahiq. Para mustahiq yang didaftar ini akan dicek kondisinya di tempatnya masing-masing. Melengkapi hal itu, diberlakukan beberapa syarat administrasi.
“Seteleh proses pendataan selesai, maka penyaluran dilakukan melalui 2 cara, yaitu kami yang mendatangi mustahiq dan mustahiq yang datang ke kami, jadi belum lama ini kami baru menyalurkan kepada 7 orang mustahiq dulu, yaitu paket sembako dan uang tunai, sisanya bertahap. Ini pun dilakukan karena lokasi para mustahiq masih dekat dengan asrama kami,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, mereka diantaranya, janda tua, buruh kasar, dan tukang pangkas rumput. Ada yang tinggal di rumah kontrakan, dan pengasilan minim tak menentu. Sehingga dari kondisi seperti ini mereka harus segera dibantu.
Rumah Yatim Cabang Riau memverifikasi data mustahiq penerima santunan biaya hidup. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa para (calon) mustahiq sudah memenuhi syarat baik administrasi dan kondisi riilnya. Kedua cara ini, menurut Abdullah, selain sampai kepada mustahiq juga membantu pihak aparat pemerintah dalam kedisplinan melayani publik.
Cara yang sengaja dilakukan ini memang diakui Abdullah di luar dari kebiasaan yang sebelumnya mengumpulkan mustahiq secara massal. Melalui cara inilah Rumah Yatim pun pihak kelurahan dapat mengenal baik para mustahiqnya dan setiap mustahiq didokumentasikan. Input ini bermanfaat bagi kedua belah pihak sebagai bukti profil warga mustahiq.
Ia menambahkan, cara seperti ini memiliki kekurangan tersendiri karena belum dapat diterapkan untuk jumlah mustahiq yang lebih massif dan berjarak jauh. Namun, Lurah setempat Putri Indrianti melalui wakilnya Irwandi sangat menyetujui dan terbuka terhadap cara ini. Dan Irwandy menanggapi positif bahwa cara ini lebih baik mengayomi warga yang membutuhkan.
Rencananya, Rumah Yatim cabang Riau yang sudah di tahun ketiga ini akan lebih rutin menyalurkan bantuan mulai dari yang terdekat di lokasi yang berbeda-beda. Dukungan dari warga sekitar dan kelurahan akan membantu kelancaran program ini.
Percaya Diri Anak Asuh di Acara Pengukuhan Pengurus IPEMI Jabar
Sebanyak 13 anak asuh mengisi acara dalam Pelantikan Pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa Barat periode 2016-2021, di Ballroom Bumi Sangkuriang, Jl. Kiputih, Ciumbuleuit, Bandung, Rabu (26/10). Pelantikan ini dihadiri oleh seluruh anggota IPEMI dari 27 cabang di Indonesia. Yang tampak pula dihadiri istri Gubernur Jawa Barat Netty Heryawan dan Ketua IPEMI Pusat Ingrid Kansil.
Kegiatan ini beragendakan pengukuhan pengurus wilayah IPEMI Jawa Barat dan pelantikan pengurus seluruh cabang.
Menurut Koordinator Bidang Kemandirian Yatim dan Dhuafa (KYD) wilayah Jawa Barat Dian Risdian, kedua anak asuh diamanahkan untuk membacakan ayat suci Al Quran dan sebagai saritilawahnya. Sedangkan 12 anak asuh dari kemitraan Rumah Yatim menampilkan performance art musik marawis.
Penampilan marawis ini ditampilkan sebanyak 2 kali, yaitu saat menyambut para tamu dan di pertengahan acara. Apa yang mereka bawakan ini berhasil memukau para hadirin. Di ujung acara, mereka memimpin pembacaan doa.
Diikutsertakannya mereka dalam acara ini bukan memenuhi undangan semata, tetapi memberikan kesempatan mereka untuk belajar percaya diri tampil di depan umum. Sungguh momen yang luar biasa bagi mereka yang pertama kali muncul di public yang lebih luas di Bandung. Biasanya mereka mengisi pada acara-acara di tingkat lokal.
"Mereka bisa dikatakan anak-anak yang berasal dari desa yang baru kota dan tampil di depan umum di acara yang besar pertama kalinya, nervous dan masih malu-malu, dan mereka dimotivasi untuk percaya diri maju ke depan,” ujar Dian.
Selain dimotivasi mereka juga diberikan suntikan semangat untuk menguatkan mental oleh para ibu-ibu pengajian. Hal ini cukup menarik mengingat acara ini memang dihadiri oleh hampir semuanya muslimah. Tentu mereka tampak lebih menyukai dan peduli anak-anak yang bersahabat menyapa mereka.
Walaupun masih tampak ekspresi anak-anak dari wajah mereka yang masih tegang. Kerjas keras mereka berlangsung lancar sehingga eksistensi mereka lebih diakui. Pengalaman seperti ini adalah pengalaman berharga untuk mendidik anak-anak bersikap lebih percaya diri dan berani.
Kamis, 27 Oktober 2016
Bantuan Untuk Renovasi Masjid Babul Jannah
Rumah Yatim area Banda Aceh Sumatera Utara memberikan bantuan berupa bahan material untuk renovasi masjid Babul Jannah Jl. Bakti No. 13 Neusu Aceh kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Bantuan tersebut langsung diberikan kepada ketua DKM, Teungku dan Keuchik (kepala desa) pada rabu (26/10) pukul 11:30 WIB.
Al Bansu Irwanto Antari selaku ketua DKM masjid Babul Jannah mengungkapkan, proses renovasi masjid ini bergantung dari bantuan dana swadaya masyarakat. Jika masjid mendapat bantuan dari masyarakat maupun lembaga masyarakat maka proses renovasi akan berjalan tetapi ketika bantuan tersebut belum ada maka dengan terpaksa proses renovasi diberhentikan.
“Terima kasih atas bantuannya , Insya Allah dengan bantuan ini, renovasi masjid ini akan berjalan lagi,” Ucapnya
“Proses renovasi masjid Babul Jannah sudah berjalan dari tahun lalu, namun karena keterbatasan dana membuat proses renovasi masjid terhambat sampai sekarang, kondisi masjidnya pun masih setengah permanen, Semoga dengan bantuan yang kami berikan ini dapat membantu mempercepat proses renovasi.” Kata Maman selaku Kepala cabang RY Banda Aceh
“Sebelumnya kami telah melakukan survey, bahan material bangunan yang paling dibutuhkan masjid Babul Jannah adalah semen,jadi kami memberikan 20 sak semen supaya bantuan yang kami berikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masjid.” tambahnya
“Terima kasih kepada Rumah Yatim atas partisipasinya dalam proses renovasi masjid Babul Jannah, semoga Rumah Yatim semakin maju dan meluas agar semakin banyak pula masjid yang menerima manfaat.” Menurut Budian Ali selaku Keuchik (kepala desa) gampong Neusu Aceh.
Serunya Belajar Al Quran Di Rumah Quran Jogyakarta
Selasa malam (25/10) anak asuh mengaji bersama di Rumah Quran Jl. Wahid Hasyim No.7, Depok, Sleman. Kegiatan yang disebut tahsin ini adalah kedua kalinya diadakan setelah pengajian tahsin pertamanya Sabtu (22/10) lalu. Sedangkan Kamis malam sebelumnya sudah digelar pengajian perdana untuk dewasa yang dihadiri warga sekitar.
Kepala Cabang Yogyakarta Arifin mengatakan kegiatan tahsin ini yang akan mengisi kegiatan pengajian di Rumah Quran. Program khusus rintisan Rumah Yatim ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk mengajak mempelajari Al Quran sejak dini dan semua kalangan. Sebagai manifestasi dari gerakan One Day One Ayat yang juga dipicu gerakan yang sudah populer, One Day One Juz.
Lebih dari pada itu, lanjut Arifin, Rumah Quran berkeyakinan bahwa anak sholeh-sholehah dapat membawa keberkahan dan mengantar ke pintu surga kelak pun orangtua mereka. Oleh karena itu, tak hanya anak-anak saja, Rumah Quran juga terbuka membimbing untuk para orangtua (dewasa).
“Ya, jadi kalau ingin anak-anak kita sholeh, ya berarti kita sebagai orangtuanya juga harus sholeh, maka belajar Al Quran harus bagi siapapun,” ujarnya.
Ia menerangkan, Rumah Quran akan membuat program belajar Al Quran secara lengkap dan menyeluruh. Dan hal tersebut yang menjadi kelebihan Rumah Quran, yang tidak hanya berisi tahsin atau tahfidz saja, tetapi membimbing mereka untuk mengerti dan paham artinya.
Setelah memahami artinya, mereka harus memahami pula maksud dalam makna yang terkandung dari setiap ayat yang dibaca. Sehingga, anak-anak dan orang dewasa dapat mengamalkan ilmu yang mereka peroleh dari membaca AL Quran ke dalam kehidupan sehari-harinya.
Mereka akan dibimbing oleh dua orang guru yang didatangkan khusus dari pusat yaitu Ustadz Asep Setiadi dan Ustadz Hasan Nurfalah. Saat pengajian berlangsung mereka membimbing para jamaah saat membaca Al Quran dengan memperbaiki makhraj dan tajwidnya.
Kegiatan tahsin yang baru berjalan masih berproses dalam tahap penjajakan. Dimana nantinya para jamaah terus dievaluasi kemampuan membacanya, lalu dikelompokkan sesuai tingkatannya. Seiring dengan itu, jadwal pun dibuat. Dalam seminggu, para jamaah sudah mendapatkan jadwalnya, 4 hari untuk anak-anak, bapak-bapak setiap malam Jumat, dan ibu-ibu setiap Minggu siang sampai sore.
Tempat dan fasilitas Rumah Quran umumnya sudah tersedia, dan secara resmi, Rumah Quran yang pertama dibangun di Yogyakarta ini akan diluncurkan pada 10 November mendatang. Pembangunan gedung Rumah Quran sendiri sudah dimulai sejak akhir Februari lalu dan rampung belum lama ini. Setelah pengajuan yang diproses selama sebulan sebelum pembangunan, Rumah Quran ini merupakan perwujudan dari tanah wakaf partisipasi para donatur.
“Pengajian ini terbuka untuk umum, bagi masyarakat, termasuk anak-anak di sekitarnya, para donatur pun dipersilakan mengikuti pengajian kami sesuai jadwal yang ada,” imbuh Arifin.
Kehadiran Rumah Quran yang amat ditunggu di tengah masyarakat ini mulai terasa dampaknya, seperti yang diungkapkan oleh ketua rt setempat.
Ia berharap Rumah Quran membawa dan menyebarkan pengaruh positif yang mampu mengubah warganya ke arah yang lebih baik.
“Pak rt-nya bilang sama saya, bersyukur disini ada Rumah Quran, ingin anak muda, seperti anak-anak kos di sekitar sini lebih rajin mengaji dan menjaga sikap,” tambahnya. Semoga kehadiran Rumah Quran pertama di Yogyakarta ini menjadi trigger yang selalu membumikan Al Quran di seluruh penjuru Indonesia.
Menjadi Hafidzah, Bukti Bakti anak Asuh RY Pamulang Kepada Orang Tua
Memiliki orang tua menjadi sumber kebahagiaan bagi tiap-tiap manusia, namunbagaimana dengan anak-anak yatim. Diusia mudanya mereka sudah tak memiliki kesempatan berbakti kepada orang tua mereka, baik kepada ibu maupun bapaknya. Hal itupun yang dirasakan oleh anak asuh Rumah Yatim maka sebagai upaya bakti mereka, saat ini khususnya Rumah Yatim Pamulang Tangerang sedang berusaha menjadi penghafal al-Qur’an agar kelak bisa memakaikan jubah kepada orangtunya.
Rasulullah Saw., bersabda, "Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya maka akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat yang mana cahayanya seperti cahaya matahari. Dan kedua orangtua-nya akan dipakaikan jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, 'mengapa kami dipakaikan ini (jubah)?" Dijawab, "Karena kalian berdua telah memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran."
Hadits tersebutlah yang terus dikobarkan Ikin Kepala Asrama Tangerang kepada anak asuhnya, dan sangat efektif sekali disaat anak-anak mulai kehilangan semangat, dimotivasi kembali dengan hadits tersebut anak-anakpun kembali bersemangat dan berusaha menghapal al-Qur’an.
Selain motivasi Ikinpun menerapkan trik khusus agar anak-anak mudah menghapal dan tidak terlalu terbebani dengan banyaknya tugas (disekolah dan asrama) diterapkanlah menghapal Al-Qur’an 1 ayat 1 hari.
“jika si anak belum mampu hapal, maka dia boleh mengulangnya dihari besoknya sampai dia hapal.” Papar Ikin.
Dengan metode tersebut ikin menilai sangat efektif , meski setiap anak memiliki hapalan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan mereka. Saat ini hapalan terbanyak adalah Evi Kristin yang sudah mencapai ayat 80, sedang yang lainya masih dibawahnya sekitar ayat ke 70an.
Selain itu muroja’ah pun seenantiasa diterapkan Ikin untuk mengikat hapalan yang sebelumnya.
“saat ini kendalanya anak-anak suka pada lupa apa yang mereka hapalkan, maka cara-satu-satunya adalah muroja’ah (mengulang ayat yang sudah di hapal)” imbuh Ikin
Tunaikan Amanah Melalui Program Santunan Dai Rumah Yatim Surabaya
Da’i merupakan tonggak perkembangan Islam di nusantara, para da’i pulalah yang mengantarkan generasi-generasi qur’ani yang hebat dan memiliki moralitas yang tinggi. Dan karena pula perjuangannya Indonesia terkenal dengan nilai-nilai timur yang santun dan ramah karena tercermin dari akhlak rasul yang ditanamkan oleh para da’i-da’i yang terus menyuarakan Islam tanpa lelah dan tanpa pamrih.
Untuk itu Rumah Yatim sangat mengapresiasi mereka dan memberikan program santunan untuk seluruh da’i yang ada di Indonesia, khususnya Rumah Yatim Surabaya yang baru-baru ini tengah giat menyalurkan santunan da’i di wilayah Surabaya.
Pada bulan ini ada 20 da’i yang disantuni oleh Rumah Yatim Surabaya, dibagi kedalam 3 waktu pemberian. Pada 25 Oktober 2016 diberikan kepada 5 da’i yang ada disekitar wilayah pasar kembang karena jarak tempuh menuju ketempat itu cukup menyita waktu, ditambah daerah da’i yang berbeda-beda maka Muslihudin Kepala Cabang Surabaya mengumpulkan kelimanya di Asrama. Mereka merupakan pada da’i muda yang berdedikasi buat perkembangan Islam di daerahnya masing-masing dan layak untuk diberikan santunan da’i.
Selanjutnya diberikan santunan da’i pada 26 Oktober 2016 untuk para pengajar Taman Pendidikan Qur’an Al-Madaniah di Sukomanunggal. Ada 7 orang da’i yang diberikan santunan. Ustadz yang mengajar diberikan gaji setiap bulannya sebesar Rp. 300.000 / bulan dan untuk asisten ustadz sekitar 150.000/bulan. Semuanya didapat dari iuran infaq warga masyarakat sekitar. Sedangkan untuk SPP santri, dikenakan biaya sukarela karena memang diperuntukan untuk warga kurang mampu. Ada sekitar 170 siswa yang belajar disana.
Selanjutnya pada 26 Oktober 2016 , ada sekitar 8 orang ustadz dari Mushola Alfatta Watulangan Made Selatan Citra Raya, yang memiliki anak binaan 90 anak dari TK hingga SD.
“alhamdulillah kami sudah menyampaikan amanah dari para donatur, harapannya dana yang disampaikan bisa jauh lebih besar, dan mudah-mudahan kedepannya bisa mendapat supoort dari para donatur agar bisa lebih banyak da’i yang disantuni.” Harap Muslihudin.
150 warga bekasi mendapat Santunan Sembako
Sebagai bentuk kepedulian Rumah Yatim khususnya Area Jakarta yang di Wakili oleh Agus Muhammad yusuf Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, pada 26 Oktober 2016 sudah memberikan 45 paket sembako untuk anak yatim dan dhuafa dan 105 paket sembako untuk warga kurang mampu di Kampung Kayurungin, Bekasi Selatan.
Warga Penerima paket tersebut mayoritasnya adalah ibu rumah tangga yang merangkap sebagai buruh cuci, ada juga para lansia, dan beberapa warga disabilitas yang turut datang bersama kursi rodanya. Hal itupun yang membuat salah satu donatur Rumah Yatim yang turut terlibat memberikan santunan secara simbolis merasa terharu dan sangat senang dengan kegiatan ini, karenanya dia bisa melihat langsung dan turut berbaur memberikan sembako kepada yang membutuhkan.
Menurut Agus Rencananya program tebar sembako ini akan terus di gulirkan kebeberapa wilayah yang ada di Jabodetabek. Untuk jangka waktu yang terdekat Tim Rumah Yatim Area Jakarta akan berkunjung ke wilayah bogor.
“sebelumnya paket sembako ini di fokuskan untuk anak-anak non mukim saja, namun untuk kali ini program ini akan diberikan kepada warga kurang mampu seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya. Agar santunan ini merata dan bisa dirasakan oleh warga kurang mampu dimana pun berada” Ujar Agus.
Serentak, Rumah Yatim Kalsel Santuni 270 Anak Asuh Non Mukim dan Mitra Pendidikan
Serentak, Rumah Yatim Banjarmasin dan Banjarbaru menggelar kegiatan pemberian santunan kepada anak asuh non mukim dan mitra sekolah wilayah Kalimantan Selatan, Senin (24/10)
Menurut Deni selaku Kepala cabang RY Kalimantan Selatan mengatakan, Rumah Yatim memberikan santunan untuk 270 anak asuh non mukim dan 2 mitranya di Pondok pesantren Siratut Tholibin dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum.
“Santunan ini rutin diberikan setiap bulannya, bagi anak asuh non mukim yang telah memiliki atm mustahik maka santunan tersebut akan dikirim ke atm tersebut, namun bagi anak asuh non mukim yang belum memiliki ATM mustahik, maka santunan tersebut diberikan secara langsung.” Katanya
Untuk santunan kali ini, sebanyak 200 anak asuh sudah menerima santunan dari ATM mustahik sedangkan 70 anak masih menerima santunan secara langsung, Rumah Yatim Kalimantan Selatan memberikan santunan sebesar Rp. 13.500.000 untuk 270 mustahiknya. Sedangkan untuk kedua mitranya, Rumah Yatim Kalsel memberikan santunan senilai Rp. 2.000.000.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah baerbaik hati dan peduli kepada kami, Insya Allah santunan ini akan kami maksimalkan untuk kebutuhan buku, alat tulis dan seragam siswa/i kami yang kurang mampu. Semoga Allah membalas kebaikan dan kepedulian Rumah Yatim dan para donatur.” Ungkap Junaidi kepala sekolah MI Darul Ulum
Ucapan terima kasih tidak hanya diucapkan Junaidi, tetapi 270 anak asuh non mukim pun mengucapkan beribu terima kasih atas kebaikan dan kepedulian Rumah Yatim dan para donatur.
“Semoga apa yang kami berikan ini dapat meringakan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan mereka. Terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi dengan Rumah Yatim.” ujar Deni
Selasa, 25 Oktober 2016
Kegembiraan Ratusan Mustahiq di Baksos Peduli Rumah Yatim Lampung
Rumah Yatim cabang Lampung menggelar bakti sosial bertajuk “Baksos Yatim Peduli”, yang berisi kegiatan penyaluran santunan untuk anak yatim, dhuafa, dan biaya hidup. Aksi ini bertempat di Balai Desa Totohardjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Minggu (23/10). Sekitar 250 mustahiq yang terdiri dari 40 anak yatim, dhuafa dan lansia mendapatkan santunan berupa 250 paket sembako.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Hendy para mustahiq yang dhuafa dan lansia ini tergabung dalam beberapa komunitas produktif seperti, komunitas ibu-ibu pengajian dan komunitas Unit Usaha Kecil Menengah (UKM) kerajinan tangan. Selebihnya mustahiq lainnya berprofesi sebagai nelayan dan petani dan seluruhnya berasal dari 12 rt.
Berselang kemudian juga diberikan santunan biaya hidup-dai bagi 10 orang mustahiq lainnya, yang terdiri dari 4 orang pria dan 6 orang wanita, yang berprofesi sebagai guru mengaji.
“Kami juga memberikan santunan biaya hidup khusus dai untuk 10 orang mustahiq lainnya, mereka ini guru mengaji yang disamping kesehariannya sebagai buruh tani, dan kalau yang ibu-ibu ada yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan guru mengaji saja. Mereka semua mengajar secara ikhlas tanpa dipungut bayaran, dan kesejahteraan ini jadi perhatian kami,” ujar Hendy.
Karena letaknya jauh ke pelosok yang mendekati ke laut, Hendy bersama 7 orang (termasuk dirinya) tim yang membawa logistik bantuan harus menempuh waktu 3 jam untuk mencapai lokasi. Namun, sejak acara dimulai sampai selesai kegiatan ini berlangsung tertib dan lancar.
“Ya, sayangnya hujan, tapi Alhamdulillah tidak mengurangi kebahagiaan kami,” katanya gembira.
Baksos ini mendapat perhatian dari aparat pemerintah setempat yang hadir, di antaranya, perwakilan Kelurahan Totohardjo, Kades, para pengurur rt, pengurus desa, dan bendahara.
Salah satu perwakilan menyatakan rasa terima kasih dengan bantuan Rumah Yatim untuk warga mereka. Pada kesempatan ini, mereka mendukung program Rumah Yatim, salah satunya dengan menghubungkan warganya yang membutuhkan ke Rumah Yatim.
Baksos Rumah Yatim Lampung, Mengenal Rumah Yatim Lebih Dekat Dengan Mustahiq
Letak yang berada di pelosok ini menurut mereka menyulitkan akses pasokan logistik ke daerah mereka. Minimnya informasi yang berhubungan dengan masyarakat, maka tak heran masyarakat di sana umumnya masih memiliki persepsi berbeda soal lembaga sosial.
Mereka bingung ketika diantara keluarga mereka yang memiliki anak yatim-piatu dan mengalami kesulitan secara ekonomi hendak mengajukan bantuan. Lembaga sosial (yayasan atau panti) membuat keluarga akan sulit bertemu dengan anaknya dan takut anaknya diadopsi oleh orang lain.
Oleh karena itu, Rumah Yatim tak bosan mengenalkan dirinya dan program-programnya. Bahwa, Rumah Yatim membantu anak asuh di asrama dengan membimbing, mendidik, merawat dengan memberikan hak-hak yang sama seperti pendidikan. Dan tetap memberikan kesempatan untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga mereka. Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Hendy menegaskan bahwa Rumah Yatim tidak menerima dan memfasilitasi adopsi serta prosesnya.
“Dalam tim kami kesana, kami mengajak serta 2 orang anak asuh kami, keduanya sudah kelas 3 SMA, kami buktikan ke masyarakat, mereka maju dalam pendidikannya dan masih dapat bertemu dengan keluarganya,” ungkap Hendy.
Aparat pemerintah setempatpun bersedia bekerjasama membantu warganya yang membutuhkan bantuan. Dengan kehadiran Rumah Yatim di tengah-tengah mereka, mereka semua optimistis dan lega harapan mereka mendapatkan petunjuk. Di samping itu, bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi para mustahiq dan seperti disampaikan Hendy, kegiatan ini dapat berlanjut sehingga dapat dirasakan oleh mustahiq yang lainnya.
Copyright ©
Rumah Yatim | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com


















